MuDAers pasti pernah ke distro dong? Meski hanya sesekali, barang-barang di distro masih dicari lho. Kalo anak cowok, biasanya ke distro untuk mencari kaus oblong yang unik-unik.
Archive for Juli 2012
Distro, Tambah Unik, Semakin Dicari
Pembajakan Produk Distro Dan Clothing Luar Biasa
Distro di Bekasi Makin Menjamur Jelang Ramadhan
BEKASI, KOMPAS.com — Menjelang bulan suci Ramadhan 1430 H, usaha penjualan busana melalui distribution store (distro) di Kota Bekasi makin banyak bermunculan dengan segmen pasar dari kelompok muda.
Dedi, pengelola distro "Tajir" di kawasan Perumnas II Kota Bekasi, Selasa (18/8), mengaku baru membuka usaha tersebut sejak awal pekan lalu setelah melihat permintaan cukup besar dari generasi muda.
"Distro yang ada di Bekasi baru ada di beberapa tempat, sementara kecenderungan warga membeli pakaian di distro makin banyak seiring perkembangan model dan gaya hidup," ujarnya. Distro miliknya memasarkan busana dan tas model yang digemari anak muda dalam jumlah hanya satu atau dua unit untuk setiap model hingga menjadi ekslusif.
Barang-barang yang dipasarkan didatangkan Dedi dari pabrikan di Bandung dan untuk menarik minat pembeli, ia berupaya agar harganya bisa sama dengan distro di Bandung. Sejak dibuka, sambutan pembeli cukup bagus dan setiap hari rata-rata terjual lima kaus dan satu tas.
Harga yang dipatok untuk kaus berkisar Rp 50.000 hingga Rp 200.000 tergantung bahan dan kualitas kaus, sedangkan tas mulai Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Dedi yakin di bulan Ramadhan permintaan pakaian dan tas meningkat tajam laiknya peningkatan permintaan busana muslim dan busana Lebaran.
Distro lain yang juga muncul di Kota Bekasi adalah "Why not". Reno, pengelola distro yang beralamat di Jalan Agus Salim Kota Bekasi, itu mengatakan, permintaan pakaian distro kini terus mengalami peningkatan.
"Segmen pasarnya makin beragam. Tidak hanya sebatas anak laki-laki belasan tahun, tapi juga wanita dan bahkan pria dewasa," ujarnya.
Agar pakaian yang dipajang cepat terjual, menurut Reno, diperlukan kejelian pengelola dalam memilih barang yang sesuai dengan selera konsumen. "Untuk distro warna hitam lebih disukai dan motif yang dipilih adalah yang unik dengan bahan lembut," ujarnya.
Di Kota Bekasi setidaknya ada 10 distro lainnya, seperti Zigzag Project, Character Distro, Outskirt, DART, Manual Lab, Suicide Anthem, Veynom, dan Chapter.
Cinta Produk Dalam Negeri Lewat Kaos Distro
Distro Milik Eka Ramdani Lengang
Politisi Desain Kaus Distro
ANTARA BISNIS BAKSO DAN BISNIS KONTRAKAN
BLOG DISTRO -KEHIDUPAN
materi.
suci. Padalah, hidup bukan sekedar soal duniawi.
5. Memberi ruang kepada orang-orang yang berkontribusi. Meskipun kita percaya bahwa cara untuk berkontribusi itu begitu banyaknya, tetapi tidak berarti kita bisa ikut berkontribusi. Boleh jadi karena kondisi tidak memungkinkan. Atau mungkin karena kita tidak ingin berkontribusi saja. Bagaimana pun juga kita adalah tuan bagi kehidupan kita sendiri sehingga kita berhak untuk menentukan apapun yang ‘kita lakukan’ atau ‘tidak kita lakukan’. Namun, kebebasan itu juga berarti bahwa kita tidak memiliki hak untuk menghalangi orang lain yang hendak berkontribusi untuk kehidupan dunia yang lebih baik. Artinya, bersamaan dengan kewenangan kita untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri terselip sebuah kewajiban untuk menghargai aspirasi orang lain untuk berkontribusi. Maka sudah sepatutnya kita memberi ruang kepada orang-orang yang berkontribusi, bukan? Sebentar dulu. Jika Anda memberi ruang kepada orang-orang yang hendak berkontribusi; maka
sesungguhnya Anda pun sudah berkontribusi lho.
Banyak orang bersedekah karena percaya bahwa harta mereka akan bertambah banyak seiring dengan semakin banyaknya sedekah yang mereka berikan. Agar semakin bersemangat untuk berbagi kebaikan dengan orang lain, mungkin kita juga harus belajar percaya bahwa kebaikan didalam diri kita akan bertambah seiring dengan bertambahnya kebaikan yang kita tebarkan.
MENGENAL 10 PERALATAN SABLON
TENTANG BISNIS KAOS DISTRO
- Persiapkan modal, gunakan potensi modal yang ada, meskipun modal sedikit Anda masih bisa memulainya. Dari sini anda bisa menentukan target pasaran nantinya. Anda bisa mengambil barang dari distributor atau membuat sendiri.
- Jika anda memiliki kemampuan dalam desain, Anda bisa membuat desain kaos sendiri, mencari bahan atau bisa juga kerja sama dengan pelaku usaha di sekitar daerah Anda.
- Untuk pemasaran skala kecil, anda bisa memulai dengan menitipkan di distro atau juga bisa membuka outlet sendiri di daerah yang strategis misalnya deket sekolah atau daerah tempat berkumpulnya anak muda. Selain itu anda bisa menggunakan forum di internet untuk memasarkannya.
- Selalu update desain dan model Baju distro sesuai dengan tren yang ada pada saat itu. Jagalah selalu kualitas bahan dan keunikan desain agar semakin banyak pelanggan
5 LANGKAH MEMBUAT KAOS DISTRO SENDIRI
Kaos Distro - Setidaknya ini adalah proses sederhana bagaimana membuat sebuah kaos distro. Kelihatannya simpel, tapi perlu ketekunan karena memang membikin kaos distro tidak bisa sembarangan seperti bikin kaos pemilu.5 kesalahan belanja online
| Berbelanja online merupakan salah satu kegiatan yang digemari banyak wanita. Namun tak jarang banyak juga yang kecewa karenanya. Ini 5 kesalahan fatal yang harus Anda hindari saat berbelanja online. |

1. Tertipu gambar
Foto-foto di toko online terkadang bisa menipu. Tak jarang banyak yang tertipu, karena saat barang datang, kualitasnya sangat jauh dengan yang di gambar. Oleh karena itu, jangan keburu nafsu. Tanyakan dengan detail bahan juga ukuran barang. Untuk baju, tanyakan lebar dada dan lebar pinggul dalam centimeter. Untuk sepatu, tanyakan panjang tapak tiap-tiap ukurannya, agar Anda tak salah beli.
2. Tertipu harga murah
Banyak toko-toko online yang menawarkan barang dengan harga di bawah pasaran. Tapi jangan buru-buru tergiur. Tak sedikit toko online yang menjadi modus penipuan. Saat pembeli tergiur membeli banyak barang dan mentransfer uangnya, si penjual hilang bagai tertelan asap. Jangan pernah percaya jika harga yang ditawarkan tak masuk akal. Jangan juga berbelanja di sembarang toko online. Pilihlah toko-toko yang terpercaya dan mendapatkan ulasan yang baik dari para pembelinya.
3. Menyimpan informasi pribadi di komputer dan tidak menguncinya
Terkadang kita menyimpan nomor kartu kredit usai bertransaksi online dan tidak mengaktifkan sistem keamanan komputer. Hal ini sangat berbahaya karena bisa saja orang lain memakai kartu kredit untuk berbelanja tanpa sepengetahuan Anda.
4. Koneksi Internet yang lambat
Koneksi Internet yang lambat bisa merugikan Anda saat berbelanja online. Saat Anda melakukan transaksi dengan kartu kredit dalam keadaan koneksi tak stabil, kesalahan sangat mungkin terjadi. Transaksi Anda bisa gagal, namun tagihan sudah terlanjur masuk ke kartu kredit Anda. Pastikan Anda menggunakan koneksi Internet yang stabil sebelum berbelanja online.
5. Tak memperhitungkan ongkos kirim
Harga barang yang Anda beli memang murah, tapi coba dicek juga ongkos kirimnya. Jika Anda dan pembeli berada di satu lokasi, biasanya ongkos kirim tak mahal, namun jika lain kota bahkan negara, jangan-jangan, ongkos kirim yang Anda bayarkan justru lebih mahal dari harga barangnya sendiri.
15 Karakteristik Pengusaha Muda Sukses dari Ken Morse
- berintegritas
- berjiwa pemimpin
- bersikap tidak sabaran dengan kecenderungan menuju tindakan (dengan analisis)
- memiliki kecepatan kerja yang tinggi
- memiliki ego yang terkendali, mampu menerima petunjuk, mengakui dan merekrut orang lain untuk menebus kelemahannya
- Mau menjadi berbeda tetapi juga tahu apa itu perbedaan
- bersikap pragmatis, mau berkompromi agar maju terus
- bersikap kstaria saat pesaing menang
- tergerak untuk memecahkan masalah bagi pelanggan yang dianggap memiliki makna (bukan didorong oleh uang atau teknologi)
- Mampu menarik orang berbakat prima
- membangun tim berkualitas
- mengembangkan teknologi serius dengan kekuatan yang berkelanjutan
- Penjualan bisa lebih penting dari teknologi
- mendapat pelanggan sebelum mendapat investasi
- mengatur arus kas usaha
Lulusan SMA Menjadi Pebisnis Kaos Distro Muda Sukses
Kumpulan Kisah Pengusaha Kaos Distro
Untuk bertahan di bisnis distro enggak mudah. Mesti kreatif jualan juga. Kini, distro enggak cuma ngejual barang dagangan di tokonya saja. Gaya belanja masa kini dengan sistem online juga dilakukan distro. Lagian, pembeli lebih suka menggunakan jasa belanja online ini.
Buka Usaha Distro Omzetnya Rp40 Juta/Bulan Wilda Asmarini
Terlebih ciri khasnya yang memiliki edisi model dan jumlah kaos terbatas (limited-edition), maka kaos maupun produk distro lainnya makin digemari para muda-mudi.
Namun, kini bisa dikatakan harga kaos-kaos distro memang sudah kompetitif dan tidak lagi semurah saat di awal distro ada. Makin banyaknya pebisnis distro ini disinyalir sebagai alasan harga-harga maupun varian produk distro kini makin meningkat.
Apalagi bahan-bahan kaos buatan garmen lokal kini juga makin tinggi akibat makin banyaknya bahan kain impor China, serta kenaikan tarif dasar listrik (TDL).
Merasa harga kaos distro semakin tinggi, seorang lelaki bernama Mohammad Affandi (26) merasa penasaran dan tergerak ingin mencari tahu mengapa harga kaos saja bisa semahal itu.
Dia yang pada saat itu bekerja di sebuah distro cukup ternama di Bandung mulai memperhatikan dan tidak malu bertanya kepada rekanannya di sana bagaimana proses pembuatan kaos tersebut. Setelah mengetahuinya, dia pun tergerak ingin mempunyai usaha sendiri.
"Awalnya saya bekerja di sebuah distro di Bandung. Saya melihat kok harga-harga kaos makin mahal saja ya, saya pun jadi tergerak untuk mencari tahu bagaimana prosesnya dan apa benar harga aslinya juga semahal itu. Saya pun bertanya kepada teman saya yang berpengalaman di sana, lama-lama jadi tahu. Dari situ lah saya ingin bergerak punya usaha sendiri," tutur lelaki yang mengaku tidak menamatkan kuliahnya di jurusan desain grafis, kepada okezone, belum lama ini.
Namun, bukan usaha distro lah yang dipilihnya sebagai lahan usahanya, melainkan usaha bagian produksinya yaitu sablonan. Meski usaha sablon, dia tetap memilih sablon khusus pakaian distro yang diproduksinya, bukan sablon spanduk, kaos olahraga, jaket, atau pun kaos-kaos pesanan partai politik.
"Saya memutuskan untuk membuka usaha sablonan ini karena saya hobi mendesain yang sangat erat hubungannya dengan proses sablon dan harus detail. Selain itu, modal usahanya minimalis, kerjaannya juga santai, tapi tetap menguntungkan," ujarnya.
Mula buka usahanya itu, dia mengaku mengeluarkan modal awal Rp15 juta. Itu pun hanya untuk membeli peralatan sablon seperti cetakan sablon, 400 papan tempat kaos yang akan dicetak, meja sablon, dan perlengkapan lainnya. Sementara untuk kain atau bahan kaos, menurutnya itu sudah masuk ke bagian produksi, sehingga modal untuk bahan dimasukkan ke dalam biaya pemesanan pelanggan.
"Modal awal tersebut saya peroleh dari hasil tabungan saya bekerja di distro sebelumnya dan juga hasil pekerjaan saya yang pernah menjadi agen penyalur pesanan dari pelanggan ke orang-orang sablonan," ungkap pebisnis sablon sejak dua tahun lalu itu.
Meski modal awal yang dikeluarkan cukup besar, menurutnya itu berlaku dan bermanfaat untuk jangka panjang. Buktinya, katanya, sampai saat ini dia masih menggunakan peralatan yang dia beli di awal tersebut.
Bahkan, dia mengatakan sejak setahun lalu dia sudah menambah satu mesin press (mesin cetak) seharga Rp14 juta. Sebelum memiliki mesin cetak tersebut, dia mengaku menitipkan ke sablonan lain yang memiliki mesin cetak tersebut.
"Sebenarnya dua sampai tiga bulan mula bisnis, itu (mesin press) sudah bisa dibeli, tapi masih ada kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting lainnya," tukasnya.
Dia mengatakan, dari usahanya itu dia bisa memperoleh omzet Rp40 juta per bulan dengan laba sekira 25 persennya atau sekira Rp10 juta. Penghasilan tersebut berasal dari pemesanan sekira 2.000 lembar (pieces) kaos tiap bulannya. Tapi bila pemesanan sedang ramai, khususnya saat jelang Ramadhan, libur sekolah, dan akhir tahun, maka produksi bisa mencapai 6.000 kaos.
"Bila Ramadan, omzet bisa naik tiga kali lipat dan laba bisa mencapai Rp40 juta. Itu dari pemesanan 6.000 pieces (full order)," ungkapnya.
Meski berlokasi di Bandung, tapi menurutnya banyak pemesanan justru datang dari luar Bandung, yakni dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Alasannya, karena distro-distro di Bandung biasanya sudah memiliki usaha produksi atau sablonan sendiri.
Kini, usaha sablonan itu telah mempekerjakan 15 orang, bertambah dari awal usaha yang hanya memiliki delapan orang karyawan.
Untuk mengembangkan bisnis sablonannya itu, menurutnya tidak terlepas dari prinsip kepercayaannya kepada pelanggan. Selain itu, jujur, tepat waktu, dan tetap menjaga kualitas produk harus tetap dikedepankan.
"Kita harus menjaga kualitas dan memberikan excellent service (servis terbaik) kepada pelanggan, dan tentunya saling percaya," imbuhnya.
Kendati demikian, bukan berarti usahanya itu tidak mengalami satu pun kendala. Kendala, menurutnya pasti ada, seperti dalam mencari bahan.
Karena menurutnya di pabrik itu belum tentu selalu tersedia stok warna bahan yang dia butuhkan. Solusinya, dia harus bisa mengakali mencari jenis warna bahan yang tidak begitu jauh dari tipe warna yang dia butuhkan.
"Kalau dari pembayaran pemesanan, Alhamdulillah tidak pernah (ada kendala). Karena di antara kami juga ada kesepakatan akan adanya sistem pembayaran mundur.
Misalnya, produksi selesai 1 Agustus, maka pelunasannya bisa satu bulan setelah itu," tuturnya.
Produksi Desain Sendiri
Selain menerima desain orang lain dan memproduksinya, ternyata usaha sablonan Affandi ini juga memproduksi kaos merek dan desainnya sendiri. Ilmu yang diperolehnya sewaktu masa kuliah di jurusan desain grafis ternyata tidak disia-siakannya. Dia pun memiliki dua merk desainnya, yaitu Mellow dan Littlecake.
"Kalau produksi merk kaos sendiri sih tidak banyak, proporsinya paling hanya sekitar 20 persen dari total produksi. Itu juga kalau ada sisa-sisa bahan kaos yang sudah tidak terpakai lagi," ujarnya.
Menurutnya, dari bahan sisa pemesanan pelanggannya itu bisa dia manfaatkan untuk mengolahnya lagi menjadi kaos mereknya itu. Dia pun menjual seharga Rp80 ribu untuk kaos hasil desainnya itu. "Itu dijual Rp80 ribu, tapi kan limited edition (edisi terbatas)," tukasnya.
Ternyata kaos desainnya itu juga banyak peminatnya. Meski dia hanya mempromosikannya dari mulut ke mulut atau dari internet, seperti facebook, ternyata animo teman-temannya cukup baik. Dia pun banyak memperoleh pesanan kaos desainnya itu. "Ya, lumayan juga ternyata peminatnya," imbuhnya.
Selain diproduksi menjadi kaos desain sendiri, ternyata sisa-sisa bahan produksi itu juga masih bernilai ekonomis. Pasalnya, sisa-sisa bahan menurutnya terkadang juga dibeli penadah kain bekas yang biasa mereka olah lagi menjadi jok kursi dan sebagainya. Sisa kain bekas itu bisa dihargai Rp8 ribu per kg.
"Lumayan juga hasilnya, yang tadinya cuma kain bekas dan tidak bisa diapa-apakan lagi, ternyata masih bisa menghasilkan uang lagi," pungkasnya.
(ade)


