BISNIS
DISTRO
DESAIN
INOVATIF DAN TRENDI, KUNCI KEBERHASILAN MERAIH PASAR
Hello
agan and sist semua..
ane mau
share ilmu yang mudah2an bermanfaat dan berguna bagi agan and sist semua yang
mau buka usaha Distro via Online, Tips memulai usaha, desain inovatif dan
trendi yang banyak dilirik oleh buyers.
Desain
dinamis, trendi, inovatif dan eksklusif menjadi jurus ampuh dalam memenangi
persaingan dan merebut pasar. Belakangan bisnis distro semakin semarak di
sejumlah kota di tanah air kita. Prospek
perkembangan industri distro ada korelasinya dengan potensi pertumbuhan
industri wisata saat ini.
SEJAK
MUNCUL kali pertama pada tahun 90'an di Bandung, industri distro (distribution
store) semakin grow up dan tersebar di beberapa kota-kota besar seperti Solo,
Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, Medan,
Bogor, Malang, Bekasi, hingga Makassar dan Batam. Dari sejumlah kota itu, ada
tiga kota besar dianggap sebagai sentra distro, yaitu Bandung, Jogja dan
Denpasar. pertumbuhan distro di tiga kota itu lebih pesat bila dibandingkan
dengan kota lainnya. Hal itu membuktikan bahwa pertumbuhan industri wisata
kawasan (Bandung, Jogjakarta, Denpasar) mempengaruhi perkembangan bisinis
distro. Ketiga kota itu menyuguhkan desain distro dalam berbagai ciri khas
masing-masing, disesuaikan dengan budaya dan kondisi kota itu.
Menurut
Ridho Alhadi, humas Independent Clothing Komunity (KICK), di Bandung dan Jogja
ada sekitar 300 merek clothing dan sekitar 200 distro. Sementara itu menurut
Sidi, pengurus event KICK, kapasitas produksi distro di Bandung berkisar antara
3.000 sampai 5.000 pcs. Meliputi t-shirt, jaket, sweater, kemeja dan aksesoris.
Sementara di Jogja 1.000-1.500 pcs lebih sedikit dari Bandung. Harga pakaian
berkisar antara Rp 100.000-300.000, sedangkan aksesoris (tas, dompet, topi dll)
berkisar antara Rp. 75.000-200.000.
Eksistensi
produk distro berbeda dengan produk garmen. Produk garmen impor akan
mempengaruhi dunia bisnis garmen. Sebagai contoh, membanjirnya produk garmen
dari China sempat membuat kelimpungan pengusaha garmen dalam negeri. Bahkan,
tak sedikit diantara mereka gulung tikar akibat produksi massal tersebut. Namun
tidak demikian dengan bisnis distro.
Di
tengah kondisi seperti itu, bisnis distro tidak tenggelam oleh arus deras
produk Cina. Apa penyebabnya? Produk Cina bersifat massal dan harganya juga
murah. Sedangkan produk distro bersifat khas dan diproduksi terbatas. kualitas produk distro tak kalah bagus
dibanding dengan produk Cina. Bahkan produk distro menawarkan keunikan , ciri
khas serta sentuhan seni yang jauh lebih tinggi. Produk distro memang lebih
mahal harganya, tetapi karakter itu justru menciptakan segmen pasar tersendiri.
Industri distro akan tetap eksis, karena bidang usaha distro memiliki karakter
dinamis. Selalu terjadi inovasi setiap saat. Bisnis distro sangat dekat dengan
perkembangan mode dan selalu kreatif menjajakan ide hangat. "Hanya dengan
kata-kata yang unik dan menggugah saja bisa laku," kata Wahyu Liz, pemilik
Adaideaja, di Solo, Jawa Tengah.
Langkah
awal membangun bisnis ini :
1.
Perhatikan modal awal
Tak
bisa dipungkiri, bahwa modal lebih sering menjadi alasan bagi pengusaha yang
baru mulai terjun. Tapi percayalah, itu semua hanya alasan. Mulailah dengan
budget yang kita punya dulu. Bangun bisnis ini dari semampu kita dulu. Pasti
lebih baik daripada berencana tinggi-tinggi, tapi malah gak pernah mulai gara2
kurang modal. Klise.
2.
Petakan target pasar
Kalo
modalnya sudah dapat di kira2. Tentukan dulu target pasar yang kita bidik.
Bermainlah di tingkat Niche terlebih dahulu agar lebih terbidik dan terjangkau
pasar yang kita inginkan. Apalagi kalau modal kita cukup kecil ketika
memulainya.
3.
Rencanakan produksi
Desain,
produksi, modal produksi dan distribusi. beberapa hal tersebut harus di rancang
agar produk bisa disiapkan lebih matang. Anda bisa cari rekanan dalam hal ini.
Joint venture kayaknya bisa menjadi solusi.
4.
Tetapkan strategi pemasaran
Ini
yang paling penting. Jangan berhenti belajar untuk memperdalam strategi
pemasaran. Karena hal ini seperti ujung tombak kehidupan usaha anda. Analisa
perilaku konsumen, buat penawaran2 menarik, dan sebagainya. Waaah kalo bicara
strategi pemasaran bisa 200 lembar sendiri nih pembahasannya. Nanti kalo ada
kesempatan saya ulas lebih dalam lagi deh. Oh iya, saya sarankan untuk lebih
fokus pemasaran online-nya, karena sifatnya yang masal. Low cost high impact.
5.
Evaluasi berkala
Bagi
para pengusaha sukses, proses evaluasi seperti halnya pembelajaran yang tiada
henti. Memecahkan sebuah masalah dan selalu mencari solusi atas permasalahan
tersebut. Makanya butuh evaluasi yang berkala.
Tips:
Memulai Distro
>>
Jika Agan and sist memiliki outlet sendiri dan posisinya strategis, bisa
mencari pemasok dengan sistem konsinyasi. Legalitas serta reputasi baik bisa
mendongkrak rasa percaya pemasok produk.
>>
Bagi agan and sist yang memiliki modal pas-pasan, model usaha distro online dan
menjadi reseller lebih disarankan.
>>
Pada awalnya, pemasok menghendaki sistem jual putus. Seiring dengan berjalannya
waktu, rasa kepercayaan segera tumbuh. Jadi untuk tahap awal, agan and sist
harus menyediakan modal untuk mengisi outlet.
>>
Keberadaan pemasok bisa diperoleh dari internet atau komunitas. Mencari pemasok
yang masih dalam tahap merintis usaha lebih disarankan. Umumnya pemasok seperti
ini tidak jual mahal, serta lebih mudah diajak bekerjasama
>>
Menjalin hubungan kedekatan dengan komunitas tertentu. Berusaha mencari ciri
khas mereka dan mendesain produk yang menyentuh ciri khas komunitas itu.
Gali
Ide Desain
Pada
waktu dan momen yang tepat, mengikuti tren bisa menuntungkan. Namun, menjadi
trend setter lebih menjanjikan karena tak pernah mengenal masa kedaluwarsa.
Agar bisa menjadi trend setter, ide segar harus selalu diciptakan. ketika kita
jeli, banyak sumber ide bisa dieksplor. Diantaranya, ragam kebudayaan yang
meliputi pakaian, bahasa, musik, seni visual, seni wayang, tari, senjata,
bahkan ragam mitos dan 'makhluk halus' lokal juga bisa memunculkan ide jika
digali lebih dalam.
DISTRO
UNTUK PEMULA
Distro
online menjadi slah satu fase tumbuh-kembang bisnis distro di Tanah Air Model usaha distro online banyak dianut oleh
pengusaha distro pemula, serta cenderung bermodal pas-pasan. Distro online
tidak menuntut adanya outlet, toko atau tempat usaha yang memerlukan biaya
investasi besar. Selain itu, distro online juga memungkinkan sang pelaku usaha sebagai
reseller dari produsen.
Bisnis
distro online juga menawarkan kemudahan dalam hal pemasaran. Melalui internet,
jangkauan pemasaran bisa lebih luas. Teknologi ini juga bisa memungkinkan
penghematan biaya promosi, branding, dan iklan. "Melalui sosial media dan
email, saya bisa menembus komunitas dan institusi secara lebih leluasa dan
gampang," kata Iyan, pelaku bisnis distro di Tangerang, Jawa Barat.
Sekurangnya
ada lima "senjata" yang harus dimiliki pengusaha distro online,
meliputi website, alamat email, ym, facebook, dan twitter. E-mail, ym,
facebook, dan twitter difungsikan sebagai perangkat penggiring calon konsumen
menuju website. Sementara, website bisa diibaratkan sebagai etalase toko.
Strategi itulah yang dipraktekkan sama agan and sist nanti jika mau memulai
usaha distro online ini. Melalui website, agan and sist mampu menyediakan
galeri berisi contoh-contoh atau katalog desain produk. Ada tips satu lagi nih,
pemasaran distro online semakin ampuh ketika dipadukan dengan pemasaran off
line, melalui media cetak, brosur hingga stiker. Dampaknya akan lebih besar,
melalui pemasaran off line orang yang belum familiar dengan dunia online bisa
memulai berkenalan dengan dunia online beserta kemudahan yang ditawarkan.
TIPS
TERAKHIR: MENGENAL TIPE SABLON
Secara
garis besar, teknik sablon bisa dibedakan dua macam, yaitu digital dan manual.
Keduanya memiliki keuntungan dan kelebihan. Sablon digital cocok untuk desain
yang rumit, butuh ketajaman tekstur dan ketelitian tinggi. Misalnya, gambar
wajah manusia dan gambar yang memiliki gradasi warna. Teknik sablon ini mampu
menghasilkan produk seindah warna aslinya. Sablon digital cocok untuk produksi
dalam jumlah terbatas. Hanya saja sablon digital memiliki kelemahan, tidak
seawet sablon manual. Sementara sablon manual memungkinkan kreator berkreasi
lebih dalam dan menekankan rasa seni lebih tinggi. Kelebihannya lebih awet.
Distro pada umumnya menerapkan teknik sablon manual. Sebab, sablon manual mampu
memberikan sifat eksklusif.
Demikian
infonya, semoga thread ini menjadi sumber ide bisnis bagi agan2 and sist yang
mau memulai usaha distro. jika agan and sist suka boleh bantu rate dan jangan sungkan untuk kasih ane
Saran
dan kritik ane terima dengan ikhlas dan senang hati